Beberapa Gunung Terindah Di Indonesia

00.37.00 kiki 0 Comments




 

Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Letak Indonesia sangat strategis yaitu diapit oleh dua benua yaitu Benua Asia dan Benua Australia, kemudian diapit oleh dua samudera yaitu Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Dan Indonesia adalah salah satu negara yang berada di daerah Cincin Api Pasifik. Oleh sebab itu Indonesia dikenal sebagai negara yang banyak memiliki pantai pantai terindah dan pegunungan yang eksotis di dunia. Indonesia kaya akan gunung yang berderet hampir dari sepanjang ujung timur hingga barat. Dan gunung – gunung terindah di Indonesia memiliki keunikannya tersendiri.

Gunung Bromo, Jawa Timur

gunung terindah di indonesia - gunung bromo
gunung terindah di indonesia – gunung bromo
Gunung Bromo, merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Gunung Bromo berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut. Keindahan gunung bromo adalah pasir laut seluas 5.250, hamparan padang rumput, dan struktur pegunungan yang membentang indah.

Gunung Semeru, Jawa Timur

gunung terindah di indonesia - gunung semeru
gunung terindah di indonesia – gunung semeru
Gunung Semeru merupakan gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Banyak sekali spot – spot yang terkenal indahnya. Contohnya Oro – oro Ombo, Danau Ranu Kumbolo dan Kalimati. Oro – oro Ombo merupakan padang bunga yang sangat cantik. Kalau Danau Ranu Kumbolo terkenal dengan keindahan sunrise di pagi hari. Sedangkan kawasan Kalimati terkenal indah sekaligus unik karena pasirnya yang hitam.

Gunung Papandayan, Jawa Barat

gunung terindah di indonesia - gunung papandayan
gunung terindah di indonesia – gunung papandayan
Gunung Papandayan terletak di Cisurupan, Garut, Jawa Barat. Gunung ini mempunyai ketinggian 2.665 Mdpl. Papandayan mempunyai kawah yang masih aktif jadi bisa menghamburkan belerang kapan saja. Saat mendaki, Anda bisa menikmati pemandangan padang Edelweiss yang luar biasa cantik. Efek letusan dan pepohonan yang mengering juga akan membuat pendakian jadi lebih menarik. Karena keindahan Gunung Papandayan juga digunakan sebagai tempat foto pre wedding

Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat

gunung terindah di indonesia - gunung rinjani
gunung terindah di indonesia – gunung rinjani
Gunung yang merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl. Gunung Rinjani merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya. Tempat yang sering dikunjungi adalah Segara Anak atau sering disebut segara anakan, sebuah danau terletak di ketinggian 2.000m dpl. Untuk mencapai lokasi ini kita bisa mendaki dari desa Senaru atau desa Sembalun Lawang.

Gunung Merbabu, Jawa Tengah

gunung terindah di indonesia - gunung merbabu
gunung terindah di indonesia – gunung merbabu
Gunung Merbabu terletak di wilayah Magelang dan Boyolali dengan ketinggian 3.142 Mdpl. Merbabu adalah salah satu gunung terindah di Indonesia. Pendakian di gunung merbabu cukup populer, karena gunung merbabu memilik jalur pendakian yang tidak terlalu tinggi, tapi pemandangan yang tersaji sangatlah indah. Merbabu di kenal memiliki 7 buah puncak dengan 2 puncak tertinggi yaitu puncak Syarif ( 3.119 Mdpl)  dan Puncak Trianggulasi ( 3.142 Mdpl ). Gunung ini memiliki 5 buah kawah yaitu kawah Condrodimuko, kawah Kombang, Kendang, Rebab, dan kawah Sambernyowo.

Gunung Kelimutu, Nusa Tenggara Timur

gunung terindah di indonesia - gunung kelimutu
gunung terindah di indonesia – gunung kelimutu
Gunung Kelimutu adalah gunung berapi yang terletak di Pulau Flores, Provinsi NTT, Indonesia. Lokasi gunung ini tepatnya di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende. Gunung ini memiliki tiga buah danau kawah di puncaknya. Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu.

Gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat

gunung terindah di indonesia - gunung tambora
gunung terindah di indonesia – gunung tambora
Gunung Tambora atau Tomboro terletak di pulau Sumbawa tepatnya terletak di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Dompu dan Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Keindahan alam Gunung Tambora sangat unik. Lebar kawah Gunung Tambora 7 km, keliling kawah 16 km, dan kedalaman kawah dari puncak sampai dasar kawah kedalaman 800m, sehingga kawah Gunung Tambora terkenal dengan The Greatest Crater in Indonesia ( Kawah Terbesar di Indonesia ). Kawah besar ini merupakan akibat dari adanya letusan terdahsyat di dunia terkenal dengan The Largest Volcanic Eruption in History.


Source:http://surgatraveller.com

0 komentar:

Tips Pendakian

21.38.00 kiki 0 Comments


  • Selalu gunakan peralatan lengkap dan standar keamanan pendakian.

  • Latihlah fisikmu minimal seminggu sebelum hari keberangkatan.

  • Pilihlah hari yang bagus saat cuaca sedang cerah untuk waktu pendakian, agar pendakian yang kamu lakukan berjalan aman, nyaman, dan lancar.

  • Mintalah izin pada orangtua atau kerabat terdekat sebelum pergi mendaki, atau minimal memberitahukan jadwal pendakianmu pada teman atau tetangga terdekat.

  • Berdoalah sebelum memulai pendakian, jangan bersikap sombong, dan selalu utamakan keselamatan saat sedang melakukan pendakian.

  • Jangan melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membuang punting rokok sembarangan, dan membuat api unggun dengan seenaknya. Jika terpaksa untuk membuat api unggun (misalnya karena keadaan darurat seperti terkena hipotermia), jaga api agar tidak menyebar, dan pastikan api telah benar-benar padam saat hendak kamu tinggalkan.

  • Jaga kelakuan, ingat selalu prinsip “jangan tinggalkan apapun selain jejak, jangan mengambil apapun selain gambar, dan jangan membunuh apapun selain waktu.”

       

0 komentar:

GUNUNG CIREMAI,

21.41.00 kiki 0 Comments

Gunung Ciremai
 
 
 
 

Jawa Barat terkenal dengan lanskap pegunungan indah yang menghampar di sepanjang wilayahnya, gunung-gunung cantik banyak bertebaran di wilayah Jawa Barat, dengan yang tertinggi adalah Gunung Ciremai. Karena merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat, Ciremai menjadi salah satu destinasi favorit untuk kegiatan pendakian gunung. Setiap tahunnya, ada banyak pendaki dari berbagai daerah di Indonesia yang menyambangi gunung ini.

Puncak Ciremai berada di ketinggian 3.078 mdpl, jauh lebih pendek dari gunung tertinggi di provinsi pulau Jawa lainnya, seperti Slamet di Jawa Tengah dengan ketinggian 3.428 mdpl, dan Semeru di Jawa Timur dengan ketinggian 3.676 mdpl. Gunung Ciremai merupakan gunung api aktif bertipe kerucut atau stratovolcano, gunung ini tercatat mengalami letusan terakhir pada tahun 1937.

Lokasi


Ciremai terletak di wilayah 3 kabupaten, yakni Kuningan, Cirebon, dan Majalengka. Sejak beberapa tahun silam, Gunung Ciremai telah menjadi sebuah kawasan Taman Nasional, dengan nama Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).


Jalur Pendakian bermedan Terjal


Ciremai merupakan salah satu gunung yang memiliki trek pendakian yang sangat terjal, yakni via jalur Linggarjati. Jika di gunung-gunung tinggi lain titik awal pendakian biasanya dimulai dari tempat yang sudah cukup tinggi, pos pendakian awal Ciremai via Linggarjati berada di titik yang sangat rendah, sehingga pendakian via jalur ini menjadi sangat berat dan panjang. Bagi kamu yang hobby mencari tantangan saat melakukan pendakian, jalur Linggarjati rasanya sangat layak untuk kamu jajal.

Kawah di Puncak


Puncak Gunung Ciremai berupa kawah yang cukup besar, sehingga membentuk lanskap yang sangat indah. Jika kamu mendaki Ciremai via Linggarjati, kamu bakal sampai di puncak bagian timur kawah, sedangkan jika mendaki dari Palutungan dan Apuy, kamu bakal sampai di bagian barat, kamu bisa menyusuri bibir kawah Ciremai untuk menjelajahi setiap bagian puncak gunung indah ini. Dengan kawah yang sangat lebar, puncak Gunung Ciremai merupakan tempat yang sangat menarik untuk dikunjungi.

Puncak



 

  • Puncak Sunan Talaga (3.058 mdpl)
  • Puncak Sunan Cirebon (3.078 mdpl)


Palutungan

Jalur Palutungan merupakan jalur dengan kesulitan tingkat menengah dari 2 jalur lainnya (Apuy dan Linggarjati). Untuk sampai di pos pendakian Palutungan kamu perlu menuju terminal Kuningan terlebih dahulu, kemudian cari angkutan menuju Cigugur. Dari Cigugur bisa naik ojek atau sewa mobil pick up menuju ke pos pendakian. Jalur Palutungan memiliki jarak pendakian paling panjang, namun dengan banyak medan yang lumayan landai, karena jalur yang memutar mengikuti kontur.
Mendaki Gunung Ciremai via jalur Palutungan butuh waktu kurang lebih selama 8-9 jam perjalanan, tergantung kecepatan berjalanmu. Rinciannya bisa dilihat di bawah ini :
  • Dari Basecamp Palutungan menuju Cigowong - 2 jam perjalanan
  • Dari Cigowong ke Kuta butuh waktu - 30 menit
  • Dari Kuta ke Pangguyangan Badak butuh waktu - 1 jam perjalanan
  • Dari Pangguyangan Badak menuju Arban - 1 jam perjalanan
  • Dari Arban ke Tanjakkan Asoy - 30 menit
  • Dari Tanjakan Asoy ke Pasanggrahan - 1 jam
  • Dari Pasanggrahan ke Sanghyang Ropoh - 1 jam
  • Dari Sanghyang Ropoh ke Goa Walet - 1 jam
  • Dari Goa Walet menuju Puncak Ciremai - 30 menit
  • Untuk turun gunung, jika berjalan cepat dan tidak banyak istirahat, bakal makan waktu 5-6 jam.
Estimasi waktu diatas hanya menghitung jumlah waktu yang dibutuhkan untuk berjalan, belum termasuk dengan waktu istirahat dan camping di tengah perjalanan. Jika kamu naik via jalur ini, kemungkinan butuh waktu 1-2 hari. Untuk sumber air, ada di pos Cigowong.

Apuy

Jalur Apuy merupakan pilihan jalur yang paling nyaman dibanding jalur lainnya (meski ada beberapa spot dengan jalur curam). Waktu yang diperlukan untuk mendaki Ciremai via jalur ini hanya 7-8 jam (paling cepat dibanding jalur lainnya). Jalur Apuy bakal bertemu dengan jalur palutungan di pertigaan sebelum pos Goa Walet. Berbeda dengan jalur Palutungan dan Linggarjati yang berada di Kuningan, Apuy berada di wilayah Majalengka, sehingga untuk sampai ke sini kamu perlu menuju terminal Majalengka atau perempatan Kadipaten terlebih dahulu, sebelum kemudian lanjut dengan angkutan umum menuju Desa Apuy.
Mendaki Ciremai via Apuy butuh waktu 7-8 jam perjalanan. Rinciannya bisa dilihat di bawah ini :
  • Dari Basecamp menuju Berod - 1 jam
  • Dari Berod menuju Arban - 30 menit
  • Dari Arban ke Tegal Masawa - 1 jam
  • Dari Tegal Masawa ke Tegal Jamuju - 1 jam
  • Dari Tegal Jamuju ke Sanghyang Rangkah - 1,5 jam
  • Dari Sanghyang Rangkah ke Goa Walet - 2 jam
  • Dari Goa Walet menuju Puncak Ciremai - 30 menit
Data diatas hanya mengkalkulasikan waktu berjalan saja, belum ditambah waktu beristirahat dan bermalam. Total waktu yang dibutuhkan untuk mendaki Ciremai via Apuy kurang lebih 1-2 hari.

Linggarjati

Jalur Linggarjati merupakan jalur terberat dari 3 pilihan jalur yang biasa digunakan para pendaki Ciremai.  Desa Linggarjati terletak di Kabupaten Kuningan, jika kamu ingat dalam pelajaran sejarah, desa ini pernah digunakan sebagai tempat sebuah perundingan penting, gedung peninggalannya pun ada di sini menjadi museum yang layak untuk kamu kunjungi saat hendak mendaki Gunung Ciremai via jalur Linggarjati. Jalur linggarjati sebenarnya punya jarak pendakian paling pendek dibanding jalur lainnya, namun punya medan yang sangat terjal dan menyulitkan, sehingga waktu pendakian via jalur ini menjadi yang paling lama dibanding jalur lainnya.
Mendaki Gunung Ciremai via Linggarjati bakal menghabiskan waktu kira-kira  12-13 jam perjalanan.  Rincian perjalanannya bisa di lihat di bawah ini :
  • Dari Linggasana ke Pos Cibunar 1 jam perjalanan
  • Dari Cibunar ke Leuweung Datar 30 menit perjalanan
  • Dari Leuweung Datar ke Condang Amis 30 menit perjalanan
  • Dari Kondang Amis ke Kuburan Kuda 1 jam perjalanan
  • Dari Kuburan Kuda menuju Pangalap 1 jam perjalanan
  • Dari Pangalap ke Tanjakan Seruni 1,5 jam perjalanan
  • Dari Tanjakan Seruni ke Tanjakan Bapa Tere 2 jam perjalanan
  • Dari Bapa Tere ke Batu Lingga 1 jam perjalanan
  • Dari Batu Lingga ke Sangga Buana 2 jam perjalanan
  • Dari Sangga Buana ke Pangasinan 1 jam perjalanan
  • Dari Pangasinan menuju Puncak Ciremai 30 menit perjalanan
  • Untuk turun gunung, jika berjalan cepat dengan tanpa banyak istirahat, bisa di tempuh dalam waktu 7-8 jam.
Data di atas hanya menghitung waktu perjalanan saja, belum ditambah waktu istirahat dan camping untuk bermalam, sehingga butuh waktu 2-3 hari untuk mendaki Ciremai via Linggarjati. Di jalur ini tidak tersedia sumber air, sehingga kamu harus membawa bekal air dari Cibunar, hal inilah yang semakin menambah tingkat kesulitan pendakian via jalur Linggarjati.

Padabeunghar (*tidak direkomendasikan karena jarang digunakan)


Estimasi Biaya

Untuk biaya tiket pendakian, Gunung Ciremai telah mengalami kenaikan yang sangat signifikan sejak setahun belakangan, kamu harus membayar uang senilai 50 ribu rupiah untuk dapat mendaki gunung ini. Tiket pendakian tersebut sudah termasuk dengan bonus sekali makan nasi kotak (tapi kemarin agustusan penulis ngga dapet makan, malah diganti sama minuman dingin, katanya penyedia kewalahan karena jumlah pendaki yang membludak, hehe).

Untuk biaya transportasi silahkan kamu estimasikan sendiri berapa kebutuhannya, perkirakan ongkos angkutan menuju daerah pos pendakian yang kamu pilih, kemudian tambahkan dengan ongkos ojek atau kendaraan lainnya yang akan mengangkut dirimu menuju pos pendakian.

Referensi

https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Ceremai
http://infopendaki.com/gunung-ciremai/

0 komentar:

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru

01.13.00 Unknown 0 Comments


Dua pendaki asal Cirebon dilaporkan hilang di Gunung Semeru, Jawa Timur.

Korban hilang atas nama Supriadi (26) (survivor), alamat Blok 4 Tegal Lempuyangan Lor, Tegal Gubug, Cirebon, dan Zirli Gita Ayu Savitri (16), pelajar, warga Desa Bojong Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon.

Berikut kronologi yang berhasil dihimpun:
1. Rombongan enam orang terdiri dari ketua rombongan Sukron (L), Ahmad Khaerudin (L), Lindianasari (P), Rizatul Rizki (P) dan survivor berangkat dari Ranupani, 17 Mei menuju Ranu Kumbolo.

2. Pada 18 Mei rombongan berangkat dari Ranu Kumbolo menuju Kalimati.

3. Pada 19 Mei, rombongan berangkat dark Kalimati menuju Puncak Semeru/Mahameru.

4. Sampai batas vegetasi, dua orang turun ke Kalimati karena sakit, empat orang melanjutkan perjalanan. Jam 08.00 WIB tiba di Watugedhe dan beristirahat, dua orang berhenti di Watugedhe karena ada yang sakit, dua orang yang lain (survivor) melanjutkan perjalanan ke Mahameru.

5. Pukul 08.00 -14.00, Sukron dan satu orang lain menunggu di Watugedhe, namun survivor tidak turun sehingga diputuskan turun ke Kalimati.

6. Di Kalimati, rombongan menemui Pak Sukaryo (saver), melaporkan hilangnya survivor.

7. Pada 20 Mei pukul 06.00 WIB Pak Sukaryo dkk melakukan pencarian di Puncak Mahameru dengan hasil nihil.

8. Pada 20 Mei, pukul 20.00 WIB, teman survivor melaporkan secara resmi ke Kantor Resort Ranupani. Kepala Resort Ranupani memberangkatkan Tim Advance untuk melakukan pencarian selama 1x 24 jam dengan hasil nihil.

9. Pada 21 Mei pukul 20.00 WIB pendakian ke Gunung Semeru dinyatakan tertutup untuk umum dan dinyatakan open SAR untuk pencarian survivor.


10. Saat ini petugas dan para pihak di Ranupani sedang melakukan persiapan untuk pelaksanaan open SAR, sedangkan petugas yang sudah diterjunkan untuk melakukan pencarian sejumlah 20 orang.

11. Perlu kami laporkan bahwa sesuai dengan rekomendasi PVMBG, Pendakian Gunung Semeru hanya diperkenankan sampai Kalimati dan para pendaki sudah menandatangani surat pernyataan di atas materai untuk melakukan pendakian hanya sampai dengan Kalimati.

0 komentar:

6 Tips Aman Jika Wanita Ingin Traveling Sendirian

16.27.00 Unknown 0 Comments



Jakarta - Setiap wanita membutuhkan traveling untuk menyegarkan jiwa dan pikiran. Terkadang mereka tak butuh seseorang sebagai teman liburan karena menginginkan waktu untuk bersama diri sendiri saja. Hal tersebut tentu tidak salah asalkan Anda cukup menguasai lokasi. Meskipun Anda mahir dalam urusan bela diri, penting pula untuk tetap waspada dan menjaga diri sendiri. Agar bisa menjelajah negeri orang dengan lebih aman, nyaman, serta tanpa rasa khawatir berlebihan, simak enam tips aman jika wanita ingin traveling sendirian berikut ini:

1. Pergi di Siang
Peristiwa kurang menyenangkan memang bisa terjadi kapan saja. Meski begitu, salah satu tips utama ketika traveling sendirian adalah pergi di siang hari. Dengan begitu, diharapkan para traveler wanita bisa menjelajah dengan lebih aman. Dilansir AOL, selain meminimalisir tindakan kejahatan, langkah ini juga akan mencegah Anda semakin kebingungan atau tersesat di lingkungan yang tidak familiar ketika hari sudah gelap.

2. Jangan Terlihat Seperti Turis
Setelah itu, usahakan untuk tidak terlihat seperti seorang turis. Jika Anda tersesat tentu tidak ada salahnya untuk bertanya namun hindari tampak kebingungan setiap saat. Ketika ingin membuka peta, ada baiknya untuk tidak dilakukan di tengah jalan. Jika bisa cari lah tempat tertutup seperti kamar mandi restoran untuk mencari jalan.

3. Ketahui Batasan Diri
Selain takut dijadikan target kejahatan, orang terdekat pasti khawatirkan kesehatan Anda yang pergi liburan sendiri. Untuk itu, ketahui lah batasan diri. Jika Anda biasanya tidak kuat bepergian terlalu lama, hindari mengunjungi tempat terlalu banyak dalam satu hari. Bila Anda tidak bisa minum alkohol, sebaiknya hindari mengkonsumsi. Selain takut Anda mengalami sakit, mabuk bisa membuat Anda rentan jadi sasaran kriminaliras.

4. Manfaatkan Teknologi
Saat ini banyak teknologi yang memudahkan wanita untuk traveling sendiri. Misalnya dengan menjelajah internet demi mengetahui kota-kota yang aman untuk dijelajahi. Anda pun dapat memanfaatkan aplikasi kamus untuk berinteraksi dengan warga lokal. Begitu juga ketika berbelanja. Untuk memastikan jika Anda tidak dibohongi, coba cari referensi atau cek harga dengan melakukan konversi. Sediakan aplikasi-aplikasi tersebut di handphone sebelum Anda pergi.

5. Foto Dokumen
Tips traveling sendirian yang juga penting dilakukan adalah memotret dokumen-dokumen penting seperti KTP, passport, dan lain-lain. Kemudian unggah foto-foto tersebut ke situs berbagi dokumen seperti Google Drive atau Dropbox. Hal ini perlu dilakukan untuk berjaga-jaga jika Anda kehilangan tas.

6. Cari Kontak Bantuan
Hal lain yang perlu dilakukan adalah mengetahui nomor telepon kedutaan Indonesia di negara tersebut. Siapkan pula kontak atau alamat teman serta keluarga yang tinggal di sana. Jika Anda mengganti nomor ponsel selama liburan, kabarkan nomor tersebut pada keluarga melalui email.

0 komentar:

Objek Wisata Pantai Baron Gunung Kidul Yogyakarta

08.09.00 Unknown 0 Comments

Tempat wisata pantai memang menjadi favorit bagi para pengunjung seperti Pantai Baron di Kabupaten Gunung Kidul contohnya. Pantai ini berlokasi di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjung Sari, Yogyakarta. Untuk sampai ke pantai ini harus menempuh jarak kira-kira 40 kilometer dari kota Yogyakarta. Anda bisa menaiki kendaraan pribadi anda untuk sampai ke objek wisata ini.


Nama Pantai Baron berasal dari nama seorang bangsawan jaman dahulu yaitu Baron Skeber yang pernah mendaratkan kapalnya di pantai ini. Tempat wisata Pantai Baron banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal dan mancanegara karena terkenal akan keindahan pemandangan pantai yang disuguhkan. Selain itu, pantai ini juga terkenal dengan aneka macam masakan lautnya.

Walaupun para wisatawan yang datang diperbolehkan untuk berenang di Pantai Baron Gunung Kidul Yogyakarta, namun harus mendapat pengawasan ketat karena ombak pantai ini termasuk besar. Selain itu, para pengunjung tidak boleh asal melewati batas-batas pantai yang sudah ditentukan. Di pantai ini anda bisa menikmati sejuknya udara segar, matahari terik, dan panorama alam yang menakjubkan. Di salah satu sudut pantai ini juga terdapat muara sungai yang mempertemukan air laut dengan air tawar. Di pinggiran pantai anda juga bisa melihat kapal-kapal nelayan yang menepi karena Pantai ini juga terkenal sebagai tempat untuk para nelayan berlayar dan mencari ikan.

Keindahan Objek Wisata Pantai Baron Gunung Kidul Yogyakarta

Jangan pernah lupa untuk mencicipi masakan laut khas Pantai Baron. Karena di pantai ini banyak nelayan yang mencari ikan di laut maka terdapat tempat pelelangan ikan yang cukup besar. Anda bisa menemukan berbagai macam jenis hewan laut seperti udang, lobster, ikan tongkol, ikan bawal, dan ikan kakap. Lakukanlah wisata kuliner di tempat ini maka anda bisa menikmati enaknya makan sea food di beberapa restoran atau rumah makan sekitaran objek wisata ini. Di pantai ini juga terdapat beberapa fasilitas yang bisa dinikmati oleh para pengunjung seperti wahana bermain anak dan perahu mesin. Jika anda ingin membawa oleh-oleh dari area wisata Pantai Baron maka ada toko-toko cenderamata di area wisata ini yang siap memanjakan anda.

0 komentar:

OFURO, KENIKMATAN YANG BISA MENGANCAM

07.58.00 Unknown 0 Comments


Teringat kisah 2 minggu yang lalu, tanggal 8 Mei 2016. Suka cita usai menginjakan kaki di puncak Rinjani berubah menjadi duka. Seorang pendaki perempuan asal Palembang dikabarkan meninggal dunia. Meninggal dunia dikarenakan terseret arus saat sedang mandi air hangat di Segara Anak Gunung Rinjani. Spekulasi bermunculan, apa yang menjadi penyebab tragedi ini.
Ada veris yang mengatakan, tenggelam, gunung sedang meminta korban, dan malam itu Segara Anak penuh riuh dengan argumentasi. Sebuah kebetulan, tim pendakian saya berbarengan dengan rombongan korban dan sama-sama menginap di Segara Anak. Sore itu pukul 15.00, saya dan 2 teman saya juga berendam air panas. Sepertinya berendam air panas (Aik Kalak) adalah ritual wajib bari pendaki yang barusan turun dari Plawangan Sembalun atau Puncak Rinjani. Rasa lelah, letih seolah sirna begitu tubuh ini masuk dalam air hangat setelah seharian berjalan sambil menggendong ransel.
Budaya berendam air panas sudah lama dikenal dan sangat familiar di Jepang dengan nama ofuro. Banyak manfaat bagi tubuh, seperti mengilangkan letih, meredakan stres, relaksasi dan lain sebagainya, tetapi bisa juga berakibat buruk atau fatal jika tidak memahaminya. Ofuro di Aik Kalak menjadi pengalaman berharga, bukan karena pernah berendam di ketinggian 2300 mdpl, tetapi ada penjelasan logis tentang efek dari berendam air panas.
Bisa dibayangkan apa yang terjadi dengan tubuh usai mendaki gunung, perjalanan 2 hari, menggendong ransel, sudah pasti tubuh sangat lelah. Namun tidak hanya kelelahan saja yang muncul, fisiologi tubuh akan berubah mengikuti aktivitas tubuh. Kinerja jantung akan dipancu, metabolisme tubuh akan lebih cepat, otot akan menegang, pembuluh darah akan lebih lebar. Organ-organ tubuh ini akan meningkatkan fungsinya untuk menyokong aktivitas fisik yang berat. Paling kentara yang terlihat adalah panah tubuh akan meningkat karena tubuh akan membakar kalori sebagai sumber tenaga dan menghalau dinginnya hawa gunung. Tubuh normal bersuhu 37 derajat celsius, suhu udara dikisaran 14 derajat dan tiba saatnya ofuro.
Rasanya begitu nikmat, seolah badan ini hilang rasa lelahnya.
Di sinilah yang tidak kita sadari. Sekitar 30 menit saya berendam, begitu keluar dari air tubuh ini langsung lemas, keringat dingin keluar, dan saat hendak berdiri hampir saja tumbang. Alhasil keluar air sambil merangkak dan bingung dengan apa yang terjadi pada tubuh ini seolah-olah kehilangan tenaga. Dua minggu pasca kebingungan tentang fenomena ini saya bertemu dengan seorang teman yang berprofesi sebagai dokter. Begitu saya bercerita dia langsung tertawa sambil menyeletuk, "Untung tidak dievakuasi". Sedemikian berbahayanyakah berendam air panas? Dan dokter yang saya temui menjawab, "Iya". Logikanya sederhana. Saat ofuro, tubuh akan dibawa di dalam suasana lingkungan baru dengan suhu lebih tinggi dari suhu tubuh. Akibat dari perubahan suhu ini tubuh akan bekerja lebih keras, dan menghasilkan keringat lebih banyak.
Apa yang terjadi jika bahan bakar dan pendingin/air dalam tubuh ini dipakai berkali-kali lipat, yang pasti akan kehilangan tenaga. Pantas saja begitu keluar badan ini lemas, haus dan berkeringat dingin karena tubuh kehilangan kalori. Ofuro di Jepang dengan suhu 40 derajat celsius maksimal hanya 25 menit, tetapi saya yakin suhu Aik Kalak lebih dari 40 derajat celcius karena di beberapa titik saya tidak tahan panasnya. Tiga puluh menit berendam, dan pantas saja keluar langsung lemas. Pertanyaan saya pada dokter, mengapa tubuh bisa rileks? "Karena otot yang tegang menjadi kendur kembali, pembuluh darah membesar, sehingga peredaran darah lancar". Seseorang kadang tidak menyadari, saat ofuro tubuh kita mengeluarkan banyak sekali keringat dan tenaga. Tubuh hanya merasakan betapa nikmatnya berendam air panas.


Saya teringat akan korban yang meninggal di Aik Kalak. Mungkinkan dia terlalu lama berendam, hingga dia kehilangan tenaga. Saat arus air terjun menyeretnya dia tidak mampu melawan dan keluar dari pusaran air. Mungkin saja hipotesa saya benar, jika melihat logikanya. Menurut penuturan para ahli, mereka yang menderita darah rendah atau tinggi tidak boleh ofuro, karena bisa memicu tekanan darah atau menurunkan tekanan darah yang berakibat buruk bagi tubuh. Sebuah pelajaran berharga, kenali tubuh anda sebelum melakukan sesuatu. Secangkir teh panas bercampur madu, saya nikmati usai ofuro yang menyedot seluruh tenaga. Selamat menikmati dan tetap jaga keselamatan.

0 komentar:

07.21.00 Unknown 0 Comments

SELAMAT DATANG

0 komentar: